Zikir dan Amalan untuk Meraih Husnul Khatimah Saat Menutup Usia





Spiritmuda.net~ Kita semua tentu berharap agar dapat menutup
usia dalam keadaan yang baik (husnul Khatimah), yakni meninggal dalam keadaan
beriman. Allah SWT menganjurkan kita berupaya terhadap apa yang kita inginkan.




Maka sudah sepatutnyalah kita berusaha agar mengakhiri
kehidupan dengan keadaan husnul khatimah yang menjadi harapan semua orang. Ada
beberapa amalan yang memiliki hikmah luar biasa, di antaranya adalah meninggal
dalam keadaan husnul khatimah.





Di nukil dari kitab Bughyatul Mustarsyidi, Hal : 49






فائدة: نقل عن القطب الحدَّاد أن مما يوجب حسن الخاتمة عند الموت أن يقول بعد المغرب أربع مرات: أستغفر الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم الذي لا يموت وأتوب إليه، ربّ اغفر لي





وعن بعض العارفين من قال بعد صلاة المغرب أيضاً قبل أن يتكلم: اللهم صلّ على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه بعدد كل حرف جرى به القلم عشر مرات مات على الإيمان اهـ حدائق الأرواح لباسودان





Sebuah faidah : Dinukil dari Al-Quthb Al-Haddad "Bahwa sebagian dari amalan untuk meraih husnul hatimah adalah membaca kalimah berikut sebanyak 4 kali setelah shalat maghrib"



أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِيْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيّ ُالْقَيُّوْمُ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ، رَبِّ اغْفِرْ لِيْ




(AstaghfiruLLahal ladzi Laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum, Al-ladzi laa yamutu wa atubu ilaihi, Rabbighfir li )





Artinya : Aku mohon ampun kepada Allah, Dzat yang tiada tuhan kecuali Dia Yang Maha Hidup Yang terus menerus Mengurus (makhluk-Nya), Yang tidak akan pernah mati dan aku sungguh bertaubat pada-Nya. Ya Allah Ampuni dosa-dosaku.





Dan dinukil dari Ulama ahli ma'rifat billah, Siapa saja yang membaca kalimat berikut 10 kali setelah shalat maghrib serta sebelum bercakap-cakap maka ia akan wafat dalam keimanan (husnul khatimah).





اَللُهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ بِعَدَدِ كُلِّ حَرْفٍ جَرَى بِهِ الْقَلَمُ




(Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala aalihi wa shahbihi bi 'adadi kulli harfin jara bihil qalam)





dikutip dari kitab "Hadaa`iqul Arwaahi, karya Al-baasudaan."






Di samping mengamalkan zikir dan shalawat tersebut, kita
juga harus menjaga prilaku sehari-hari agar senatiasa berlaku baik dan
menghindari sifat-sifat tercela. Sifat hilmi yang berarti murah hati, santun,
lembut, tidak mudah marah ataupun berkasih sayang dapat mengantarkan seseorang
menuju derajat yang tinggi. Orang yang memiliki sifat demikian akan selalu
dihiasi dengan rahmat dan maghfirah Allah SWT, sehingga pada akhir hayatnya
nanti ia akan mendapat "Husnul Khatimah".





Sebaliknya, sifat ghadhab atau kebencian yang tidak patut,
misalnya benci terhadap amalan para ulama terlebih dengan melempar
tuduhan-tuduhan keji kepada mereka misalnya dengan kata-kata bid'ah, syirik dan
lainnya maka akan mengantarkan seseorang ke derajat yang rendah, sehingga ia
dikhawatirkan akan mendapat murka dan musibah dari-Nya, karena terputus dari
rahmat dan maghfirah-Nya. Kemudian pada akhir hayatnya nanti ia akan mendapat
"Su'ul Khatimah", Na’uzubillahi min zalik.





Selain itu, hendaklah kita menghindari dan menjauhi prilaku
yang dapat menyakiti hati orang lain, sebab itu salah satu tanda-tanda su'ul
khatimah (akhir hayat yang buruk).





Mari kita amalkan nasehat singkat ini,  semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga
kita dapat meraih cita-cita yang mulia.





Wallahu a’lam





No comments

Powered by Blogger.